Keputihan memang masalah pada wanita.
Namun sayang sekali banyak wanita yang belum mengetahui tentang keputihan,
penyebab, dan penanganannya. Bahkan menganggapnya sebagai masalah biasa. Memang
keputihan itu ada yang normal, (tidak
berbahaya) tapi juga ada yang berbahaya jika tidak segera ditangani. Selain itu
keputihan bisa mengganggu dalam hubungan seksual karena terlalu “basah”.
Keputihan akan sering dialami ketika
wanita sedang hamil, hal ini akibat adanya perubahan hormon, dan salah satu
efek dari peningkatan hormon tersebut adalah adanya produksi cairan yang
meningkat serta diakibatkan juga oleh vagina wanita hamil yang mengalami
penurunan keasamannya, juga akibat kondisi pencernaan mengalami
perubahan. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya resiko sering terjadinya
keputihan pada wanita hamil, terutama keputihan yang diakibatkan adanya
infeksi jamur.
Jenis Keputihan
Keputihan terbagi menjadi dua jenis yaitu
yang bersifat Fisiologis dan Patologis.
1.Keputihan Fisiologis
Jenis keputihan ini biasanya sering
terjadi ketika masa subur, serta saat-saat sesudah dan sebelum menstruasi.
Biasanya pada waktu kondisi-kondisi tersebut sering terdapat lendir yang
berlebih, itu adalah hal normal, dan biasanya tidak menyebabkan rasa gatal
serta tidak berbau. Keputihan fisiologis pada wanita hamil tidak berpengaruh
terhadap janin secara langsung, karena adanya selaput ketuban yang dapat
melindungi janin.
Keputihan fisiologis atau juga banyak
disebut keputihan normal memiliki ciri-ciri:
a.
Cairan keputihannya encer
b.
Cairan yang keluar berwarna krem atau bening
c.
Cairan yang keluar tidak berbau
d.
Tidak menyebabkan gatal
e.
Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit
2. Keputihan Patologis
Keputihan jenis patologis disebut juga
sebagai keputihan tidak normal. Jenis keputihan ini sudah termasuk ke dalam
jenis penyakit. Keputihan patologis dapat menyebabkan berbagai efek dan hal ini
akan sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya
kesehatan daerah kewanitaan.
Keputihan patologis akibat adanya infeksi
akan mengakibatkan meningkatnya resiko bayi lahir prematur pada wanita hamil
dan bayi pun akan turut terkena infeksi. Bayi yang terkena infeksi virus
beresiko mengalami ganngguan pencernaan dan gangguan pernapasan hingga bisa
menyebabkan bayi mengalami kematian. Dan bayi yang mengalami infeksi akibat
bakteri dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.
Keputihan patologis memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
a.
Cairannya bersifat kental
b.
Cairan yang keluar memiliki warna putih seperti susu, atau berwarna kuning
atau juga hijau
c.
Keputihan patologis menyebabkan rasa gatal
d.
Cairan yang keluar memiliki bau yang tidak sedap
e.
Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita
f.
Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.
Penyebab Keputihan
Faktor kebersihan yang kurang baik.
Kebersihan di daerah vagina haruslah terjaga dengan baik. Jika, daerah vagina
tidak dijaga kebersihannya akan menimbulkan berbagai macam penyakit salah
satunya keputihan. Hal ini menyebabkan kelembaban vagina mengalami peningkatan
dan hal ini juga membuat penyebab
infeksi berupa bakteri patogen akan sangat mudah untuk menyebarnya.
Yang kedua adalah stress. Semua organ
tubuh kinerjanya di pengaruhi dan dikontrol oleh otak, maka ketika reseptor
otak mengalami kondisi stress hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan
dan keseimbangan hormon -hormon dalam tubuh dan hal ini dapat menimbulkan
terjadinya keputihan.
Penggunaan obat-obatan. Penggunaan obat
antibiotik dalam jangka lama bisa menyebabkan sistem imunitas pada tubuh
wanita, dan obat antibiotik biasanya dapat menimbulkan keputihan. Sedangkan
gangguan keseimbangan hormonal dapat juga disebabkan oleh penggunaan KB
Keputihan yang disebabkan oleh jamur,
parasit, bakteri dan virus
Jamur Monilia atau Candidas. Bercirikan
memiliki warna putih seperti susu, cairannya sangat kental, sangat berbau tidak
sedap dan menimbulkan rasa gatal pada sekitar daerah vagina. Hal ini dapat
menyebabkan vagina mengalami radang dan kemerahan. Biasanya hal ini juga dipicu
oleh adanya penyakit kencing manis, penggunaan pil KB, serta tubuh yang
memiliki daya tahan rendah.
Parasit Trichomonas Vaginalis
Terjadi dan ditularkan melalui hubungan
seks, bibir kloset atau oleh perlengkapan mandi. Memiliki ciri, cairan yang
keluar sangat kental, memiliki warna kuning atau hijau, berbuih dan berbau
anyir. Keputihan akibat parasit tidak menimbulkan gatal, tapi jika ditekan
vagina akan terasa sakit
Bakteri Gardnella
Keputihan akibat infeksi bakteri ini
memiliki ciri berwarna keabuan, sedikit encer, memiliki bau amis (anyir) dan
berbuih. Keputihan jenis ini dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat mengganggu.
Virus
Keputihan jenis ini timbul akibat penyakit
kelamin, seperti HIV/AIDS, herpes dan conyloma. Timbulnya kutil-kutil yang
banyak dan diikuti oleh cairan berbau menandakan adanya virus condyloma.
Biasanya ibu hamil sering terjangkit oleh virus ini. Virus yang dapat
ditularkan oleh hubungan seks yaitu virus herpes. Cirinya adanya luka yang
melepuh di sekitar lubang vagina, terasa panas dan menimbulkan rasa gatal.
Kanker mulut rahim yang sangat berbahaya bagi kaum wanita dapat di picu oleh
keputihan yang disebabkan oleh keputihan akibat virus.
Mencegah Keputihan
1.
Bersihkan selalu organ intim anda. Bersihakan dengan menggunakan pembersih
yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagina anda. Gunakan
produk pembersih terbuat dari bahan susu. Produk yang terbuat dari bahan dasar
susu dapat menjaga pH seimbang juga meningkatkan flora dan bakteri yang tidak
bersahabat dapat ditekan. Penggunaan sabun antiseptik kurang baik bagi vagina dalam
jangka panjang, karena bersifat agat keras.
2.
Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan membuat vagina harum
atau kering. Bedak sangat kecil dan halus, hal ini mudah terselip dan tidak
dapat terbersihkan, sehingga mengundang datangnya jamur pada vagina.
3.
Keringkanlah selalu vagina anda setelah mandi, cebok atau mencui vagina
sebelum anda berpakaian
4.
Pakailah selalu pakaian dalam yang kering. Usahakan selalu untuk membawa
cadangan guna berjaga-jaga jika celana dalam anda perlu diganti
5.
Gunakan celana luar yang memiliki pori-pori cukup, jangan terlalu seirng
menggunakan celana luar yang ketat, hal ini dapat menyebabkan sirkluasi di
daerah kewanitaan terganggu.
6.
Gunakan celana dalam dari bahan katun, karena bahan katun mampu menyerap
keringat.
7.
Saat periode menstruasi, seringlah anda mengganti pembalut
8.
Panty liner digunakan saat dirasa perlu saja, janga digunakan terlalu lama.
9.
Jika anda stress, ambil waktu libur atau cuti anda, rileks kan pikiran anda
sejenak. Karena stress juga dapat memacu keputihan
10. Kurangi untuk kegiatan
yang membuat anda sangat letih, kepanasan dan banyak mengeluarkan keringat,
atau jika sudah melakukan aktivitas tersebut, segera mandi dan bersihkan tubuh
anda khususnya daerah kemaluan.
Untuk penanganan yang tepat adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Langkah pertamanya dengan mendaftar ke poly kulit dan kelamin di RS atau klinik. Anda jangan malu-malu karena dokter yang memeriksanya wanita juga. Yap...sekarang banyak kaum wanita yang sudah menjadi dokter.
Untuk penanganan yang tepat adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Langkah pertamanya dengan mendaftar ke poly kulit dan kelamin di RS atau klinik. Anda jangan malu-malu karena dokter yang memeriksanya wanita juga. Yap...sekarang banyak kaum wanita yang sudah menjadi dokter.

No comments:
Post a Comment